Tips Agar Chip E-KTP Tidak Mudah Rusak

1 min read

Tips Agar Chip E-KTP Tidak Mudah Rusak

Tips Agar Chip E-KTP Tidak Mudah Rusak– Masih inget larangan untuk tidak meng-fotokopy E-KTP terlalu sering? Walaupun agak terlambat peringatan dari pemerintah, yang terbaik adalah bagaimana cara kita menjaga agar e-KTP yang kita miliki agar awet dan tahan lama. Sayang sekali bukan jika e-KTP yang kita miliki rusak mengingat banyaknya urusan dalam kehidupan sehari-hari yang membutuhkan kehadiran KTP.
Larangan mengfotokopi perlu diperhatikan. “Jika dilakukan fotocopy berulang-ulang ”chip” yang penyimpan data di e-KTP akan rusak, sehingga tidak bisa dibaca komputer. Penegasan tersebut tertuang dalam surat Edaran Menteri Dalam Negeri No471.13/1826/SJ tentang e-KTP,” kata Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kabupaten Batanghari Ardian Faisal, Senin.

Berikut Tips yang bisa dipraktekkan :
1. Lakukan Scanning E-KTP segera ke warnet/rental atau mesin scan pribadi
2. Simpan hasil scan ke Flashdisk atau Hardisk eksternal. Kalo mau keren dikit, simpan aja di email Gmail menggunakan fasilitas
Google Drive.
3. Bila sewaktu-waktu dibutuhkan, file hasil Scanningg dapat di print sebanyak yang diperlukan. Kalau perlu tinggal pergi ke tukang fotokopi agar bisa diperbanyak semaunya.

Begitu caranya agar chip dlm E-KTP kita msh tetap aman dan terkendali.
Struktur e-KTP terdiri dari sembilan layer yang akan meningkatkan pengamanan dari KTP konvensional. Chip ditanam di antara plastik putih dan transparan pada dua layer teratas (dilihat dari depan). Chip ini memiliki antena didalamnya yang akan mengeluarkan gelombang jika digesek. Gelombang inilah yang akan dikenali oleh alat pendeteksi e-KTP sehingga dapat diketahui apakah KTP tersebut berada di tangan orang yang benar atau tidak. Untuk menciptakan e-KTP dengan sembilan layer, tahap pembuatannya cukup banyak, diantaranya:

1. Hole punching, yaitu melubangi kartu sebagai tempat meletakkan chip
2. Pick and pressure, yaitu menempatkan chip di kartu
3. Implanter, yaitu pemasangan antenna (pola melingkar berulang menyerupai spiral)
4. Printing,yaitu pencetakan kartu
5. Spot welding, yaitu pengepresan kartu dengan aliran listrik
6. Laminating, yaitu penutupan kartu dengan plastik pengaman
e-KTP dilindungi dengan keamanan pencetakan seperti relief text, microtext, filter image, invisible ink dan warna yang berpendar di bawah sinar ultra violet serta anti copy design.

Penyimpanan data di dalam chip sesuai dengan standar internasional NISTIR 7123 dan Machine Readable Travel Documents ICAO 9303 serta EU Passport Specification 2006. Bentuk KTP elektronik sesuai dengan ISO 7810 dengan form factor ukuran kartu kredit yaitu 53,98 mm x 85,60 mm.